Berita

Bank BPD Bali Menerima Penghargaan CSR dari Anggota DPD RI Arya Wedakarna

  • 27 Januari 2026
  • Dibaca : 46 Pengunjung

DENPASAR - Anggota DPD RI perwakilan Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M WS III, SE, (M. Tru), M.Si. menyerahkan penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Bank BPD Bali atas sumbangsih kegiatan Bela Negara beberapa waktu lalu.

Penyerahaan penghargaan dilakukan saat senator yang akrab dipanggil Arya Wedakarna ini melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Bank BPD Bali di Renon, Denpasar, Senin (26/1/2026).

"Kami hari ini menyerahkan penghargaan CSR kepada Bank BPD Bali, terima kasih pak Dirut karena kemarin sudah membantu CSR Bela Negara ada sekitar 400 anak-anak disana yang berterima kasih," ungkapnya.

Wedakarna yang menjabat Komite I Bidang Hukum, Pertahanan dan Keamanan DPD RI ini juga mengapresiasi kinerja Bank BPD Bali yang menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

"Selamat kepada Bank BPD Bali sudah menjadi 10 besar terbaik di Indonesia terkait dari sisi semua parameternya kinerja penyaluran KUR tiang monitor di Senayan cukup bagus, KUR selalu meningkat sejak terakhir saat kesini 8 tahun yang lalu," katanya.

Wedakarna juga mendukung pembangunan gedung baru Kantor Bank BPD Bali Pusat sebagai representasi bank daerah yang besar sekaligus memberikan kenyamanan dan memudahkan pelayanan terhadap nasabah.

"Kalau kita ke Riau, Sumatera gedung-gedung BPD-nya bagus-bagus tinggi-tinggi, tiang sempat berhenti di bank BPD Riau itu, kapan BPD Bali bisa bangun seperti ini, bahkan sempat memfoto, ngga tahunya ngga sampai sebulan ada pengumuman astungkara. Harapan tiang juga terwujud. Mudah-mudahan dengan gedung yang akan dibangun speknya bagus," harapnya.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma SH, MH, mengungkapkan peningkatan capaian kinerja perusahaan juga sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia dan implementasi Ekonomi Kerthi Bali untuk peningkatan kapasitas UMKM dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan kemandirian bangsa. Hal ini tercermin dari sejumlah produk perbankan yang dikembangkan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pengadaan Perumahan (KPP), Kredit Usaha Alsintan (KUA), Kredit Investasi dan Modal Kerja Padat Karya (KIPK), serta Kredit Kusuma.

Nyoman Sudharma memaparkan kinerja Bank BPD Bali sepanjang tahun 2025 yang dinilai solid dan progresif, khususnya pada penyaluran kredit program yang menyentuh langsung sektor produktif dan UMKM.

Nyoman Sudharma juga memaparkan kinerja Bank BPD Bali selama tahun 2025 di mana kinerja keuangan dinilai solid dan progresif, khususnya pada penyaluran kredit program yang menyentuh langsung sektor produktif dan UMKM.

Dalam laporan kinerjanya, Bank BPD Bali mencatat realisasi kredit yang mencapai target penuh atau 100 persen di sejumlah skema strategis, sekaligus menetapkan target ekspansif untuk tahun 2026.

Hingga 31 Desember 2025, total kredit yang disalurkan Bank BPD Bali mencapai Rp25,001 triliun. Dari jumlah tersebut, kredit produktif mendominasi dengan porsi 60,04 persen, menegaskan peran BPD Bali sebagai penggerak utama perekonomian daerah dan penopang sektor riil di Bali.

Capaian paling menonjol terlihat pada penyaluran KUR. Sepanjang 2025, Bank BPD Bali berhasil merealisasikan 100 persen target KUR sebesar Rp1,768 triliun. Penyaluran ini mencakup KUR Super Mikro senilai Rp550 juta untuk 55 rekening, KUR Mikro Rp320 miliar untuk 3.988 rekening, serta KUR Kecil Rp1,448 triliun untuk 4.903 rekening. Untuk penyaluran KUR terbesar masih didominasi sektor perdagangan sebesar 40,6 persen, disusul jasa-jasa 38,9 persen dan sektor pertanian 14,8 persen.

Atas optimalnya penyaluran KUR tersebut, Bank BPD Bali sebelumnya juga menerima apresiasi bergengsi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali atas keberhasilan menyalurkan kredit bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Oktober 2025 dalam ajang Bali Green Economy Forum yang digelar BI Perwakilan Bali.

Dari sisi kualitas, kinerja KUR BPD Bali tergolong sangat sehat dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) hanya 0,01 persen. Hal ini merupakan salah satu refleksi penerapan Governance Risk Compliance (GRC) yang memadai pada setiap jenjang organisasi. Tercermin dari nilai Tingkat Kesehatan Bank (TKB) Bank BPD Bali dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang selama beberapa tahun terakhir selalu mendapatkan nilai Peringkat Komposit 2 (PK-2) atau SEHAT sejak tahun 2012.

Berdasarkan data TKB per 31 Desember 2025, Bank BPD Bali memperoleh total skor 1,51 dan berada dalam rentang PK-2 yang mengindikasikan peringkat kesehatan bank BPD Bali adalah 2. Peringkat 2 (PK-2) umumnya menunjukkan kondisi bank yang cukup sehat atau memuaskan dengan rincian faktor Profil Risiko, Tata Kelola, dan Rentabilitas masing-masing mendapatkan skor 2, yang setara dengan peringkat 2. 

Selain KUR, Bank BPD Bali juga mencatat keberhasilan pada berbagai kredit program lainnya. Kredit Usaha Alsintan (KUA) yang menyasar pengadaan alat dan mesin pertanian terealisasi 100 persen dengan nilai Rp8,292 miliar dan NPL 0 persen. Kredit Pengadaan Perumahan (KPP) juga mencapai target penuh Rp11,5 miliar, yang terdiri dari KPP Supply Rp3,5 miliar dan KPP Demand Rp8 miliar.

Sementara itu, Kredit Investasi dan Modal Kerja Padat Karya (KIPK) mencatatkan realisasi Rp3,3 miliar atau 47,14 persen dari target Rp7 miliar, dengan sasaran sektor industri padat karya seperti garmen dan furnitur.

Bank BPD Bali juga terus mendorong debitur UMKM untuk naik kelas melalui Kredit Kusuma (Kredit Usaha untuk Sejahtera, Unggul, dan Maju). Hingga akhir 2025, Kredit Kusuma membukukan plafon Rp1,35 triliun dengan baki debet Rp1,13 triliun yang diserap oleh 2.393 rekening. Program ini mencatat tingkat graduasi debitur dari KUR Mikro ke KUR Kecil atau komersial mencapai 834 persen dari target yang ditetapkan.

Sudharma menegaskan bahwa capaian tahun 2025 merupakan hasil dari fokus bank dalam memperkuat kredit produktif dan pendampingan UMKM secara berkelanjutan.

“Capaian kinerja tahun 2025 menunjukkan bahwa Bank BPD Bali tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas kredit dan dampaknya bagi perekonomian daerah. Kami berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan yang sehat, mendorong UMKM naik kelas, serta memperkuat sektor-sektor strategis yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali,” ujarnya.

Memasuki tahun 2026, Bank BPD Bali menetapkan target penyaluran kredit yang lebih agresif. Untuk KUR, total target plafon ditetapkan sebesar Rp1,8006 triliun. Target tersebut mencakup KUR Super Mikro sebesar Rp600 juta untuk 47 debitur, KUR Mikro Rp300 miliar untuk 1.701 debitur, serta KUR Kecil sebesar Rp1,5 triliun, dengan alokasi Rp1,47 triliun di Bali dan Rp30 miliar di wilayah NTB. BPD Bali juga menargetkan 665 debitur KUR dapat naik kelas atau lulus graduasi pada 2026.

Untuk kredit program lainnya di wilayah Bali, Bank BPD Bali menargetkan KUA sebesar Rp8,2 miliar untuk 10 debitur serta KIPK sebesar Rp9,51 miliar untuk 10 debitur. Adapun target Kredit Pengadaan Perumahan (KPP) pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp278,5 miliar untuk 410 debitur, yang terbagi atas KPP Supply Rp87,5 miliar dan KPP Demand Rp191 miliar, termasuk ekspansi terbatas ke wilayah NTB.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Bank BPD Bali terus memperkuat strategi pendampingan UMKM melalui produk unggulan seperti Kredit Prioritas Sektor Pertanian (KPSP) dengan suku bunga kompetitif 9 persen per tahun, program Sidi Kumbara dengan subsidi bunga hingga 0 persen, serta dukungan digitalisasi UMKM melalui penyediaan aplikasi akuntansi gratis hasil kolaborasi dengan perusahaan IT lokal.

Dengan strategi tersebut, Bank BPD Bali optimistis porsi kredit produktif akan terus meningkat dan mencapai 67,10 persen pada 2030, sejalan dengan rencana jangka panjang perusahaan dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis kerakyatan.

Informasi mengenai produk jasa dan layanan Bank BPD Bali dapat diakses melalui website resmi Bank pada alamat www.bpdbali.co.id atau melalui kanal resmi Bank pada Instagram (bankbpdbali), Facebook (Bank BPD Bali), TikTok (@bpdbaliofficial), X (bpdbaliofficial), Youtube (Bank BPD Bali), serta BPD Bali Call 1500-844.

Disclaimer: Informasi mengenai kinerja keuangan Bank BPD Bali semester II 2025 ini adalah cerminan dari kinerja masa lalu. Kinerja masa lalu ini tidak memberikan jaminan pasti atas tercapainya kinerja yang sama, apalagi lebih baik di masa depan. Perubahan kondisi ekonomi dan industri dapat mempengaruhi hasil yang berbeda. Konsumen di himbau untuk selalu memahami risiko.

Last Update : 2026-01-29 16:03:24

BPD Bali Highlight

Bank BPD Bali Menerima Penghargaan CSR dari Anggota DPD RI Arya Wedakarna

Selengkapnya  

Bank BPD Bali Borong Penghargaan Nasional Awal 2026

Selengkapnya  

Bank BPD Bali Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah, Tuntaskan Penyaluran KUR 100 Persen Sepanjang 2025

Selengkapnya  


Copyright © 2021 PT. Bank Pembangunan Daerah Bali. All Rights Reserved.