Tabanan (Manggala)
Dana bantuan dari program Corporate Sociality Responsibility (CSR) yang dikucurkan PT Bank BPD Bali Cabang Tabanan sangat bermanfaat dalam membantu mengatasi masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Tabanan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan I Nyoman Arya Sanjaya, S.H, M.Si mengemukakan hal itu saat ditemui Manggala di ruang kerjanya, Kamis (8/12). Menurut Sanjaya, bantuan dana CSR sejumlah Rp 79 juta tersebut, telah diserahkan oleh Dinas Sosial kepada yang berhak saat serangkaian peringatan HUT Kota beberapa waktu lalu. Yakni untuk membantu pengobatan 14 anak penderita kulit bersisik serta untuk biaya bedah empat unit rumah. “Dana bantuan CSR BPD Bali Cabang Tabanan telah kami serahkan bersama K3S Kabupaten Tabanan kepada yang berhak,” paparnya.
Menurut Arya Sanjaya, 14 anak penderita kulit bersisik yang dibantu dana CSR BPD Bali tersebut tersebar di seluruh Kabupaten Tabanan. Perinciannya, penderita kulit besisik di Kecamatan Baturiti dan Penebel masing-masing lima orang, serta Kecamatan Marga, Tabanan, Selemadeg dan Pupuan masing-masing satu orang. Sedangkan untuk bantuan bedah rumah diberikan kepada Wayan Kam, Desa Kukuh ( Marga),Ketut Gudeg, Desa Timpag (Kerambitan), Wayan Gunawan, Desa Bajera (Selemadeg) dan Wayan Kembar, Desa Candi Kuning (Baturiti). “Untuk penanganan 14 penderita kulit bersisik masing-masing dibantu Rp 1 juta. Sedangkan untuk bedah rumah alokasinya Rp 65 juta untuk empat unit rumah,” jelasnya.
Terkait bantuan dana CSR dari BPD Bali tersebut, Arya Sanjaya menyatakan rasa terimakasihnya dan berharap kerjasama yang telah berlangsung beberapa tahun dengan BPD Bali ini bisa terus berkelanjutan. “BPD Bali melalui dana CSR-nya telah beberapa kali membantu masalah sosial di Kabupaten Tabanan. Baik itu untuk membantu sekolah anak tidak mampu, kursi roda untuk penyandang cacat maupun bantuan bantuan sosial lainnya. Hubungan kami dengan BPD Bali sangat harmonis,” katanya berterusterang.
Arya Sanjaya mengakui, penyandang masalah sosial atau Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kabupaten Tabanan yang memerlukan bantuan jumlahnya lumayan banyak. Terkait hal itu, pihaknya menghimbau kepada perusahaan swasta, BUMN atau BUMD bisa mengikuti langkah BPD Bali menyisihkan dana CSR-nya untuk membantu mengatasi masalah sosial bersama-sama pemerintah. “Di Kabupaten Tabanan ada 2.912 rumah yang perlu direhab karena kondisinya yang tidak layak huni. Dari jumlah rumah tersebut, sampai akhir November lalu 343 rumah di antaranya yang sudah direhab. Masih ada lebih dari 2.500 unit rumah lagi yang perlu dibantu,” paparnya. (gus)
Keterangan foto:
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arya Sanjaya, SH, M.Si